Digitalisasi Sekolah dan Wacana Belajar Online Permanen di Perguruan Tinggi

Digitalisasi Sekolah dan Wacana Belajar Online Permanen di Perguruan Tinggi

Liputan6. com, Jakarta – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Makarim akan tiba memprioritaskan program digitalisasi sekolah di dalam 2021 mendatang.

Rencana digitalisasi sekolah merupakan sebuah terobosan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) untuk mempercepat pemutakhiran perangkat teknologi informasi dan komunikasi (TIK) pada sekolah.

“Kita program 2021, salah utama terbesar adalah digitalisasi sekolah. Di mana kita memastikan bahwa bervariasi macam toolkit TIK itu akan kita persiapkan, dan kita akselerasi sejak sebelumnya, ” tutur Mendikbud Nadiem dalam acara Indonesia Bicara yang disiarkan melalui kanal Youtube Jalan Indonesia pada Kamis (5/11/2020).

Nadiem membeberkan, dari rencana itu akan ada beragam ide teknologi bagi sekolah, mulai daripada platform bagi kepala sekolah hingga platform untuk guru.

“Guru bisa menggunakan kurikulum berdasarkan level kompetensi siswanya, enggak dipaksa menggunakan suatu level yang tak cocok dengan siswanya ya. Zona itu hanya bisa dilakukan secara teknologi, ” katanya.

Bukan hanya itu, Mendikbud selalu berencana akan mendigitalisasi kurikulum, dalam mana guru akan diberikan privilese untuk memilih kurikulum pada kedudukan mana yang dirasa cocok buat muridnya.

“Misalnya tempat mau mundur satu tahun jika dia mau, atau mau lulus satu tahun tergantung kemampuan kompetensi siswanya. Itu bisa dilakukan secara teknologi, ” papar Nadiem.

Digitalisasi ini juga, sirih Nadiem, akan mendorong kolaborasi jarang guru.

“Jadinya dalam luar dari pada inovasi yang ada di pihak swasta, Kemendikbud pun melakukan berbagai macam infrastruktur platform. Nanti bisa digunakan bagi sistem pendidikan kita untuk meningkatkan kompetensi, meningkatkan efisiensi maupun pula meningkatkan personalisasi atau ketepatan kompetensi murid di kelas, ” perkataan Nadiem.

Guna menunjang jalannya program  tersebut, Kemendikbud menggelontorkan dana hingga Rp 3 triliun.

“Total dana dengan diinginkan untuk digitalisasi sekolah ini sebenarnya mencapai Rp 15 triliun, namun untuk setiap tahunnya gres bisa dianggarkan Rp 3 triliun, ” tutur Direktur Jenderal Pelajaran Anak Usia Dini (PAUD), Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah Kemendikbud, Jumeri dalam keterangan tulis, Jumat (6/11/2020).

Jumeri menjelaskan, rencananya setiap sekolah akan menerima 15 laptop dan satu access point pada program digitalisasi sekolah itu. Laptop yang akan diberikan tersebut dapat dimanfaatkan untuk berbagai kesibukan seperti untuk asesmen kompetensi minimun, asesmen nasional, dan praktikum.

2 dari 3 halaman

Belajar Online Permanen

Mendikbud Nadiem Makarim juga memprediksi, usai pandemi Covid-19 pembelajaran online di kampus kemungkinan mau langgeng dilakukan.

“Menurut saya di universitas, online learning tersebut akan menjadi suatu hal dengan permanen, ” tegas Mendikbud di dalam acara Indonesia Bicara yang disiarkan melalui kanal Youtube Media Indonesia pada Kamis (5/11/2020)

Sementara untuk pendidikan dasar & menengah, Nadiem tak melihat adanya tren semacam itu.

“Menurut saya di SMA, SMP, SD menurut saya kebanyakan masih berat kepada tatap muka. Cuman menggunakan teknologi untuk meningkatkan potensi sebab pada proses pengajaran tersebut, ” ucap Mendikbud.

Walaupun di jenjang pendidikan itu masih mengutamakan pembelajaran luar jaringan ataupun luring, Nadiem melihat akan ada tren pemanfaatan teknologi dalam semangat lebih besar setelah masa pandemi Covid-19 ini. Hal itu berperan membantu proses pembelajaran luring dalam jenjang tersebut.

“Jadinya walaupun mereka semua offline tapi masih menggunakan teknologi untuk kolaborasi, untuk monitoring, untuk tracking , untuk data, untuk asesmen, ” bebernya.

“Jadi prediksi saya untuk dasar serta menengah bakal offline , tapi untuk universitas bahan banyak sekali model-model yang lebih ke online , ” sambung Nadiem.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Opsi Berikut Ini: