Dubes RI untuk Norwegia: Pemerintah Jangan Cuma Tarik Investasi China dan Jepang Saja

Dubes RI untuk Norwegia: Pemerintah Jangan Cuma Tarik Investasi China dan Jepang Saja

Jackpot hari ini Result SGP 2020 – 2021.

Liputan6. com, Jakarta – Duta Besar RI untuk Norwegia, Todung Mulya Lubis, mendorong pemerintah untuk tak cuma melihat arah investasi dari China dan Jepang. Todung menilai, ada sejumlah potensi investasi dari kawasan lain yang bisa direspons bagaikan Norwegia.

Todung membaca, investasi Norwegia ke Indonesia sekitar ini tak terlalu banyak. Padahal, Todung melihat banyak sektor dengan berpotensi untuk ditanami investasi sebab Norwegia.

“Dalam 5 tahun terakhir, FDI dari Norwegia ke Indonesia tersebut up and down . Jumlahnya selama 5 tahun itu USD 64, 2 juta. Jadi relatively very small . Padahal potensi tersebut besar sekali, ” ujar tempat dalam webinar bertajuk ‘Mendorong Peningkatan Investasi Melalui Indonesia-EFTA CEPA (IE-CEPA)’, Jumat (27/11/2020).

Adapun lokasi investasi Norwegia di Indonesia tersebar dari Sumatera sampai Papua. Namun masih dominan berada pada Pulau Jawa senilai USD 31, 54 juta. Menyusul setelahnya di Papua USD 25, 77 juta, Sumatera USD 3, 79 juta, serta BAli dan Nusa Tenggara sebesar USD 2, 5 juta.

“Yang kita butuhkan jauh lebih banyak dari tersebut dan sektor-sektor yang sebetulnya memikat untuk ditanamkan modal di Nusantara sangat banyak. Tapi mengapa kita tidak berhasil menggaet investor dibanding Norwegia untuk masuk ke Indonesia, ” kata dia.

Dalam hematnya, Todung menilai ha ini lantaran kurangnya marketing & juga pemberian insentif baik fiskal maupun non-fiskal. Untuk itu, dia mendorong agar agar investasi tersebut tak hanya menyasar China & Jepang.

“Saya menghimbau supaya untuk melihat (investasi) ke utara, jangan hanya melihat ke China, Jepang, ke tempat-tempat lain. Tapi look North . Karena ini juga potensi yang besar, ” kata dia.

dua dari 3 halaman

Sektor

Adapun sektor FDI Norwegia ke indonesia memutar besar adalah industri kimia serta investasi dengan nilai USD 20, 2 juta atau 31, 4 persen. Menyusul setelahnya pertambangan 14, 5 persen senilai USD 9, 3 juta. Kemudian ada pabrik logam dasar 5, 1 tip senilai USD 2, 3 juta. Dan perhotelan USD 2, 3 juta atau hanya 3, 6 persen.

Sementara sisanya, sekitar USD 27, 7 juta atau 43, 1 persen ialah sektor lainnya khususnya jasa.

“Fakta-fakta ini menunjukkan kalau potensi itu cukup besar. Namun marketing dan promosi dari bagian kita mungkin perlu ditingkatkan bertambah jauh. ini PR kita ke depan, ” pungkas dia.

3 daripada 3 halaman

Saksikan gambar pilihan berikut ini: