GAMBAR: Perawat di Jawa Timur dengan Terpapar COVID-19 Melonjak

GAMBAR: Perawat di Jawa Timur dengan Terpapar COVID-19 Melonjak

Liputan6. com, Jakarta – Jumlah perawat di Jawa Timur yang terinfeksi COVID-19, mengalami lonjakan drastis selama 7 hari terakhir. Sebanyak 352 perawat terinfeksi positif COVID-19.

Bertambahnya perawat terinfeksi COVID-19 ini, disebabkan tingginya beban kegiatan perawat, sehingga kelelahan dan gampang terpapar COVID-19.

Persatuan Perawat Nasional Indonesia, atau PPNI, Jawa Timur, merekam terjadi lonjakan drastis pada  sepekan  terakhir, dengan 352 perawat terkena COVID-19.

Sebagian gembung tenaga medis ini berasal sejak Malang, Sidoarjo, Mojokerto, dan 28 daerah lain di Jawa Timur. Hingga kini,   352 perawat tersebut masih menjalani perawatan pada rumah sakit dan isolasi mandiri.

Ketua DPW PPNI Jawa Timur,   Prof Nursalam mengatakan, terus bertambahnya perawat terinfeksi COVID-19 ini disebabkan tingginya tanggungan kerja perawat.

Di setiap hari mereka berinteraksi dengan penderita lebih dari 5 jam. Keadaan ini membuat perawat  kelelahan,   serta mudah terpapar  COVID-19.

“Dengan banyaknya kasus, terutama kasus yang OTG itu mempunyai efek, terutama menularkan kepada temen-temen perawat yang melayani di Puskesmas misalnya, temen perawat yang di panti sakit, tapi tidak di tempat intensif, ruang khusus covid tersebut sendiri. Nah, kenapa itu berlaku, salah satunya karena mungkin penerapan APD bukan level 3, yang kedua, saya rasa, temen-temen pada rumah sakit ini perlu ditata di dalam pengelolaan untuk prakteknya, jadi harapan kita kalau menyelenggarakan pasien covid itu maksimum 3 jam berinteraksi dengan pasien, tetapi ada yang lebih 6 jam, ” papar Prof Nursalam.

Untuk mencegah perawat terkena COVID-19, DPW PPNI akan terus tes PCR secara masif 14 hari sekali. Demikian seperti diberitakan pada Fokus,   13 Oktober 2020.

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Memakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.