Jepang Buka Pintu untuk 7 Negeri Asia, Indonesia Termasuk?

Jepang Buka Pintu untuk 7 Negeri Asia, Indonesia Termasuk?

Liputan6. com, Jakarta –  Pandemi corona COVID-19 membuat negeri pariwisata terpuruk, termasuk di Jepang. Jumlah kunjungan wisatawan di Jepang merosot tajam dalam beberapa bulan terakhir. Untuk menekan angka penyebaran wabah Covid-19, Jepang mengambil kelakuan menutup perbatasan wilayah untuk 159 negara di seluruh dunia.

Seiring kondisi pandemi pada berbagai negara kian membaik, Jepang mulai membuka pintu untuk beberapa negara di Asia melalui travel bubble . Dalam 8 September 2020, Jepang mencanangkan travel bubble dengan lima negara pada Asia, yaitu Kamboja, Laos, Malaysia, Myanmar, dan Taiwan.

Dilansir dari laman Travel Daily, Senin, 21 September 2020, lima negara tersebut bergabung dengan Thailand dan Vietnam dalam daftar travel bubble Jepang. Sementara, Indonesia belum menghunjam ke dalam daftar.    

Travel bubble merupakan konsep pariwisata yang memungkinkan dilakukan bila terjadi kesepakatan antarnegara atau beberapa negara yang memiliki level infeksi Covid-19 rendah dan terarah sehingga warga negaranya bisa keluar masuk negara lain secara bebas.

Secara terpisah,   Jepang dan Singapura juga telah membenarkan koridor perjalanan untuk pelancong bisnis jangka pendek mulai 18 September 2020. Selain itu, Jepang selalu sudah membuka pintu untuk beberapa negara di luar Asia, laksana Amerika Serikat, Kanada, Inggris, Jerman dan Nigeria.

Meski sudah mengikat perjanjian untuk membuat travel bubble , mengunjungi Jepang tetap memerlukan persyaratan. Dimulai dengan memasuki Jepang, wisatawan harus mengajukan permohonan visa, morat-marit mengikuti prosedur sebagai berikut, sesuai dilansir dari laman Time Out, 14 September 2020.

Memasuki Jepang:

1. Mengirimkan perjanjian terekam untuk mengikuti prosedur karantina sendiri setelah kedatangan.

dua. Mengirimkan sertifikat atau hasil ulangan COVID-19 ke bandara yang dituju.

3. Menjalani kembali tes COVID-19 setiba di bandara di Jepang.

4. Unduh aplikasi pelacakan COVID-19.

5. Lakukan karantina mandiri dan hindari transportasi umum semasa 14 hari.

2 dari 3 kaca

Sertifikat Tes Covid-19

Membelakangi Jepang

1. Pantau kesehatan selama 14 hari sebelum keberangkatan.

dua. Dapatkan sertifikat hasil pengujian untuk ditunjukkan di bandara.

3. Ikuti tes COVID-19 di bandara saat tiba di wadah tujuan Anda dan ikuti kira-kira langkah karantina yang sudah ditentukan sebelumnya.

4. Koordinasi dengan kedutaan negara Anda untuk mengetahui aturan masuk khusus & dokumen tambahan.

Untuk wisatawan yang berangkat dari Thailand, Vietnam, Malaysia atau Taiwan pula harus menyerahkan ‘surat konfirmasi mendalam kembali’. Mereka juga harus menganjurkan sertifikat tes COVID-19 yang diambil 72 jam sebelum keberangkatan.

Sedangkan, wisatawan dari Kamboja, Laos, dan Myanmar hanya perlu mengajukan permohonan visa baru. Tetapi, mereka tetap wajib mengirim buatan tes COVID-19 yang diambil 72 jam sebelum keberangkatan.

Semua persyaratan detail terkait keberangkatan dari Thailand, Vietnam, Kamboja, Laos, Malaysia, Myanmar, dan Taiwan terlampir dalam laman resmi Kementerian Luar Negeri Jepang.

Jepang saat ini hanya merawat anak obat pada usia 65 tahun ke atas. Namun bagi mereka yang terkena gejala Covid-19 yang parah, rumah sakit di Jepang masih menerima pasien segala usia.

3 dari 3 kaca

Saksikan video pilihan dalam bawah ini: