KPK Tahan Mensos Juliari Batubara pada Rutan Pomdam Jaya Guntur

KPK Tahan Mensos Juliari Batubara pada Rutan Pomdam Jaya Guntur

Bonus harian di Keluaran SDY 2020 – 2021.

Liputan6. com, Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan Menteri Sosial Juliari Batubara di Rumah Tahanan (Rutan) bagian KPK di Pomdam Jaya Guntur. Penahanan berkaitan dengan kasus dugaan korupsi bantuan sosial (bansos) Covid-19.

Selain Juliari Batubara, tim penyidik KPK juga menahan anak buah Mensos, yakni Lazim Wahyono yang merupakan pejabat perakit komitmen di Kementerian Sosial. Biasa Wahyono akan ditahan di Rutan KPK cabang Polres Jakarta Selatan.

Molek Juliari maupun Adi ditahan tim penyidik usai menyerahkan diri ke KPK.

“Untuk hajat penyidikan KPK melakukan penahanan terhadap dua tersangka selama 20 keadaan ke depan sejak 6 Desember 2020 sampai 25 Desember 2020, ” ujar Ketua KPK Firli Bahuri dalam konferensi pers dalam Gedung KPK, Minggu (6/12/2020).

Juliari dijerat KPK sebagai tersangka kasus dugaan suap tumpuan sosial corona Covid-19 untuk provinsi Jabodetabek Tahun 2020. Juliari diduga menerima fee sebesar Rp 10 seperseribu perpaket sembako dari nilai Rp 300 ribu

Selain Juliari KPK juga menjerat Matheus Joko Santoso dan Adi Wahyono sebagai pejabat pembuat komitmen di Kemensos. Dua orang lainnya sebagai pemberi yakni Ardian IM & Harry Sidabuke. Keduanya dari pihak swasta

2 dari 3 halaman

Suap Rp 17 Miliar

Firli Bahuri mengatakan, penerimaaan suap terhadap Juliari bermula dari pengadaan bansos pengerjaan Covid-19 berupa paket sembako dalam Kementerian Sosial dengan nilai kira-kira Rp 5, 9 triliun buat total 272 kontrak dan dilaksanakan dengan dua periode. Untuk melancarkan itu, Juliari menerima fee dari tiap-tiap paket bansos.

“Untuk fee tiap paket bansos di sepakati oleh MJS dan AW sejumlah Rp 10 ribu perpaket sembako dari nilai Rp 300 ribu perpakat bansos, ” ujar Firli di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta, Minggu (6/12/2020) dini hari.

Firli menyebut, pada pengamalan paket bansos sembako periode prima, Juliari diduga telah menerima fee sebesar Rp 8, 2 miliar sejak total uang Rp 12 miliar yang diterima oleh Matheus. Kekayaan untuk Juliari diberikan Matheus meniti Adi Wahyono.

Taat Firli, pemberian uang tersebut dikelola oleh seseorang bernama Eko & Shelvy N selaku Sekretaris pada Kemensos yang juga orang kepercayaan Juliari. Uang itu digunakan untuk membayar berbagai keperluan pribadi Juliari.

Sementara untuk kurun kedua pelaksanaan paket bansos itu terkumpul fee dari Oktober 2020 sampai dengan Desember 2020 kira-kira Rp 8, 8 milir. Firli menduga uang tersebut juga akan dipergunakan untuk keperluan Juliari.

Kasus ini diungkap mencuaikan operasi tangkap tangan pada 5 Desember 2020 pagi buta di kira-kira tempat di Jakarta. Tim penindakan KPK mengamankan uang dengan total sekitar Rp14, 5 miliar di berbagai pecahan mata uang yakni sekitar Rp11, 9 miliar, kira-kira 171, 085 dolar AS (setara Rp2, 420 miliar) dan kira-kira 23. 000 dolar Singapura (setara Rp243 juta).

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini: