Lumajang Masuk Zona Merah COVID-19 pada Peta Risiko

Lumajang Masuk Zona Merah COVID-19 pada Peta Risiko

Liputan6. com, Jakarta – Kabupaten Lumajang, Jawa Timur berubah oleh sebab itu zona merah atau berisiko luhur penyebaran COVID-19. Hal itu salah satunya dipicu munculnya klaster puak di Lumajang, Jawa Timur.

Hingga Kamis malam, 1 Oktober 2020, jumlah pasien terkonfirmasi positif mencapai 519 orang, secara rincian yang dirawat 149 orang, sembuh 328 orang, dan meninggal 42 orang.

“Kami sudah melakukan beberapa langkah untuk pencegahan penyebaran COVID-19 sejak depan, ” kata Bupati Lumajang Thoriqul Haq, seperti dikutip dari Kurun, Kamis (1/10/2020).

Saat memasuki zona kuning hingga zona oranye, ia menyuarakan, Satgas Penanganan COVID-19 telah mencari jalan agar tidak ada penambahan angka konfirmasi positif.

“Namun, kenyataannya beberapa klaster baru COVID-19 telah berkembang hingga muncul klaster keluarga di Lumajang, ” sekapur dia.

Bupati Lumajang juga sudah memimpin rapat pertimbangan penanganan COVID-19 yang diikuti sebab Forkopimda Lumajang, Direktur Rumah Lara dan jajaran Kepala OPD di lingkup Pemkab Lumajang, serta kurang instansi terkait.

“Jumlah warga yang terkonfirmasi positif di Lumajang mengalami peningkatan signifikan sejak 29 September 2020, yang menimbulkan Kabupaten Lumajang masuk dalam jadwal zona merah peta sebaran COVID-19 di Jatim, ” kata dia.

Ia mengatakan, daerah merah itu menghentakkan semua pihak dalam penanganan pencegahan COVID-19, terutama beberapa klaster baru yang kurang diidentifikasi dari awal, sehingga Satgas harus melakukan pelacakan yang terkonfirmasi untuk mengantisipasi penyebarannya.

“Kami telah melakukan langkah-langkah ideal yang juga berkoordinasi dengan Forkompinda Lumajang secara intensif untuk melayani pemetaan resiko penyebaran COVID-19, ” kata dia.

**Ingat #PesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu terbuka Kesehatan, Jangan Sampai Tertular serta Jaga Keluarga Kita.

dua dari 3 halaman

Semasa September, Ada Tambahan Kasus Hampir 300

Selama September 2020, tercatat ada penambahan pasien terkonfirmasi pasti hampir 300 orang, sehingga berlaku peningkatan signifikan dan perubahan kedudukan zona dan sebagian besar penambahan tersebut berasal dari klaster gaya kesehatan.

Sementara itu, Kapolres Lumajang AKBP Deddy Foury Millewa mengatakan pandemi COVID-19 bukan masalah satu sektor, tetapi semua sektor terkait.

“Jajaran TNI-Polri bersama Pemkab Kabupaten Lumajang terus menjalin komunikasi dan berkoordinasi dalam melaksanakan upaya pencegahan COVID-19, ” tutur dia.

Kapolres juga menyoroti perubahan Kabupaten Lumajang yang masuk dalam zona merah. Perubahan tersebut disebabkan peningkatan yang signifikan dari Kecamatan Lumajang, Jatiroto, Kunir, Pasirian, Sukodno dan Tekung.

Ia berharap dari hasil evaluasi yang dikerjakan Satgas Penanganan COVID-19 Kabupaten Lumajang akan membuahkan hasil dengan mendarat ke zona minim risiko penyebaran virus Sars-CoV-2).

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan dalam Bawah Ini