Penasihat BRI Wanti-wanti UMKM Jualan ‘Jujur’ di Marketplace, Ini Alasannya

Penasihat BRI Wanti-wanti UMKM Jualan 'Jujur' di Marketplace, Ini Alasannya

Jackpot hari ini Result Sidney 2020 – 2021.

Liputan6. com, Jakarta Direktur Konsumer PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) Handayani mengatakan, ekosistem pembayaran digital memiliki potensi yang menguntungkan bagi UMKM. Selain memajukan jumlah transaksi, ekosistem digital hendak membuat kinerja UMKM semakin efektif dan efisien.

Sebelum memulai memilih ekosistem digital tersebut, ada beberapa hal yang kudu diperhatikan oleh pelaku UMKM, tiba dari administrasi hingga tingkat penguasaan UMKM dalam menjual produknya ke pasar.

“Ketika kita sudah masuk sebuah platform, itu produk kita mampu direach oleh banyak orang seketika. Kita harus pastikan, kita punya kemampuan itu nggak, ” ujar Handayani dalam tayangan UMKM Expo(rt) Billianpreneur 2020, Minggu (13/12/2020).

Lanjut Handayani, jika UMKM memiliki kapasitas produksi 1. 000 unit, maka pelaku UMKM harus memahami di mana marketplace yang bertemu dengan kapasitas usahanya serta menanggung untuk memenuhi permintaan pasar ke depannya.

Jangan datang, ketika UMKM tersebut mencoba menyelap ke marketplace dengan target pasar yang lebih beragam, produk yang dihasilkan tidak sesuai dengan ekspektasi pembeli, dan akhirnya membuat konsumen kecewa.

“Kita onboard produk kita dengan unik dan memikat. Lalu, deliver the promise. Jangan bohong-bohong, karena word of mouth di marketplace itu sangat luas, ” tandasnya.

Pembeli yang kesal, lanjut Handayani, bisa saja tepat mengkritik penjualan di kolom marketplace tersebut.

Dengan demikian, rating yang buruk akan terlihat dan tersimpan dalam waktu yang lama, sehingga tentu akan mempengaruhi calon konsumen lain yang bermaksud membeli produk UMKM tersebut.

“Jadi dilihat banyak orang dan tidak ada batasnya. Beda kan kalau beli di toko, ada yang nggak suka, tempat mungkin akan cerita ke kaum orang saja. Kalau di marketplace, review itu akan terus tercatat di sana, ” tuturnya.

2 dari 2 halaman

Direktur BRI: Transaksi Digital Melonjak di Tengah Pandemi Covid-19

Direktur Konsumer PT Bank Kaum Indonesia (BRI) Handayani mengatakan, tren pemanfaatan ekosistem digital melonjak pada tengah pandemi Covid-19.

Hal ini disebabkan pola bayaran masyarakat yang berubah, dari wujud menjadi non fisik, dari memakai uang tunai menjadi  cashless.   Penggunaan ekosistem  cashless   juga dilakukan di beberapa platform.

“Platformnya macam-macam, mulai dari marketplace, Go-Pay dengan Gojeknya, DANA, Tokopedia dan lain-lain. Tapi, ada selalu platform lain sebagai media dagang misalnya lewat Instagram, Facebook atau media lain seperti WhatsApp, ” kata Handayani dalam acara UMKM Expo(rt) Brillianpreneur di Vidio. com, Minggu (13/12/2020).

Handayani menjelaskan, ekosistem ini muncul karena adanya peluang melakukan transaksi secara daring. Namun, sebelum ekosistem pembalasan digital hadir, para pembeli dan penjual sama-sama memiliki ketakutan dalam melakukan jual beli.

Pembeli kadang merasa ragu, apakah ketika dirinya telah membayar belanjaan melalui transfer dana, penjual mau betul-betul mengirimkam barangnya.

“Sebaliknya, penjual juga kadang khawatir, apakah saat barangnya sudah dikirim, pembelinya mau bayar. Ini masalah juga, ” tuturnya.

Oleh karenanya, industri keuangan indah perbankan maupun fintech memberikan metode solusi berbasis digital.

Dengan demikian rangkaian pembayaran mampu masuk ke dalam platform digital juga, baik platform marketplace atau bukan sehingga terjadi mekanisme pembalasan hingga pengiriman barang.

“Kita ingin antara pembeli penjual nggak ada yang dirugikan, dan mereka menikmati proses transaksi secara nyaman, ” kata Handayani.